Liza Rifan Muazin - Tutorial Komputer, Jaringan, Server Dan Perkembangan Teknologi Masa Kini

Thursday, March 25, 2021

Cara Install Mikrotik CHR di VPS Ubuntu DigitalOcean

 Cara Install Mikrotik CHR di VPS Ubuntu DigitalOcean - CHR (Cloud Hosted Router) merupakan salah satu jenis ROS mikrotik namun dikhususkan untuk penggunaan virtualisasi. Untuk lebih jelasnya silakan baca artikel saya yang sebelumnya tetang Apa Itu CHR ?

Sebagian penyedia layanan VPS (Virtual Private Server) menyediakan pilihan untuk menginstall CHR pada layanannya. Namun sebagian lainnya tidak memberikan opsi CHR sebagai operating system yang digunakan untuk VPS.


Lalu bagaimana cara install CHR jika penyedia VPS tidak memberikan opsi CHR sebagai operating systemnya?

Meskipun tidak ada pilihan CHR pada sistem operasinya, kita masih bisa menginstall CHR pada VPS tersebut, yaitu dengan cara menginstall Ubuntu terlebih dahulu.

Berikut akan saja jelaskan langkah-langkah Install CHR di VPS Ubuntu. Kali ini saya menggunakan VPS dari DigitalOcean.

Bagi yang belum memiliki akun DigitalOcean silakah bisa mendaftar melalui link berikut agar mendapatkan saldo gratis $25 Daftar DigitalOcean.

Jika sudah, langsung ke menu Droplets dan buatlah Droplet baru, Droplet adalah istilah VPS di lingkungan DigitalOcean. Jadi droplet = vps.

Create Droplet
Setelah memilih tombol Create Droplet, maka akan diminta mengisi beberapa data. Yang pertama adalah sistem operasi. Disini saya memilih ubuntu 18.04 LTS
Ubuntu 18.04

Selanjutnya memilih plan dan spesifikasi, disini saya memilih yang pling rendah, yaitu dengan harga $5 perbulan.
Spesifikasi Droplet


Setelah itu memilih datacenter, karena saya berada di Indonesia dan ternyata tidak ada pilihan Indonesia. Saya memilih yang terdekat yaitu data center singapore.

Jangan lupa mengisi password untuk droplet yang akan dibuat sampai indikator berwarna hijau. Scroll ke bawah dan pilih create doplet.

Tunggu hingga proses selesai. Maka akan ditampilkan data droplet beserta ip addressnya.

Droplet Aktif


Langsung saja akses menggunakan ssh seperti biasanya dengan user root.

Akses Droplet Via SSH

Copy dan paster script berikut.


wget http://download2.mikrotik.com/routeros/6.37/chr-6.37.img.zip -O chr.img.zip  && \
gunzip -c chr.img.zip > chr.img  && \
apt-get update && \
apt install -y qemu-utils pv && \
qemu-img convert chr.img -O qcow2 chr.qcow2 && \
qemu-img resize chr.qcow2 1073741824 && \
modprobe nbd && \
qemu-nbd -c /dev/nbd0 chr.qcow2 && \
echo "Give some time for qemu-nbd to be ready" && \
sleep 2 && \
partprobe /dev/nbd0 && \
sleep 5 && \
mount /dev/nbd0p2 /mnt && \
ADDRESS=`ip addr show eth0 | grep global | cut -d' ' -f 6 | head -n 1` && \
GATEWAY=`ip route list | grep default | cut -d' ' -f 3` && \
PASSWORD="CHANGEME" && \
echo "/ip address add address=$ADDRESS interface=[/interface ethernet find where name=ether1]
/ip route add gateway=$GATEWAY
/ip service disable telnet
/user set 0 name=root password=$PASSWORD
/ip dns set servers=1.1.1.1,1.0.0.1
/system package update install
 " > /mnt/rw/autorun.scr && \
umount /mnt && \
echo "Magic constant is 65537 (second partition address). You can check it with fdisk before appliyng this" && \
echo "This scary sequence removes seconds partition on nbd0 and creates new, but bigger one" && \
echo -e 'd\n2\nn\np\n2\n65537\n\nw\n' | fdisk /dev/nbd0 && \
e2fsck -f -y /dev/nbd0p2 || true && \
resize2fs /dev/nbd0p2 && \
sleep 1 && \
echo "Compressing to gzip, this can take several minutes" && \
mount -t tmpfs tmpfs /mnt && \
pv /dev/nbd0 | gzip > /mnt/chr-extended.gz && \
sleep 1 && \
killall qemu-nbd && \
sleep 1 && \
echo u > /proc/sysrq-trigger && \
echo "Warming up sleep" && \
sleep 1 && \
echo "Writing raw image, this will take time" && \
zcat /mnt/chr-extended.gz | pv > /dev/vda && \
echo "Don't forget your password: $PASSWORD" && \
echo "Sleep 5 seconds (if lucky)" && \
sleep 5 || true && \
echo "sync disk" && \
echo s > /proc/sysrq-trigger && \
echo "Ok, reboot" && \
echo b > /proc/sysrq-trigger

Silakan diubah pada bagian password sesuai dengan keinginan. Tunggu proses hingga selesai dan jika sudah ssh kembali menggunakan user root dan password sesuai dengan password yang dituliskan di script.

Tara!! Vps ubuntu sudah berubah menjadi CHR :)

VPS CHR

Selain menggunakan SSH, kita juga bisa mengakses CHR menggunakan winbox.

VPS CHR via Winbox

Jika masih ada pertanyaan atau kendala silakan ditanyakan di kolom komentar. Saya usahakan untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diberikan.

Sunday, July 12, 2020

Apa Itu CHR (Cloud Hosted Router), RouterOS Untuk Virtualisasi

Apa Itu CHR (Cloud Hosted Router), RouterOS Untuk Virtualisasi - Cloud Hosted Router atau CHR merupakan RouterOS berbasis cloud, atau versi mikrotik os yang dapat dijalankan di virtualisasi.

Sedangkan pengertian dari wiki.mikrotik.com

Cloud Hosted Router (CHR) adalah versi RouterOS yang dimaksudkan untuk berjalan sebagai mesin virtual.

Ini mendukung arsitektur x86 64-bit dan dapat digunakan pada sebagian besar hypervisor populer seperti VMWare, Hyper-V, VirtualBox, KVM dan lainnya.

CHR memiliki fitur RouterOS lengkap yang diaktifkan secara default tetapi memiliki model lisensi yang berbeda dari versi RouterOS lainnya.

Apa Itu CHR (Cloud Hosted Router), RouterOS Untuk Virtualisasi
Apa Itu CHR (Cloud Hosted Router), RouterOS Untuk Virtualisasi

Kebutuhan Minimum CHR

Berikut kebutuhan minimum untuk menjalankan CHR berdasarkan informasi dari situs resminya.
  • Versi RouterOS 6.34 atau yang lebih baru
  • CPU 64bit yang sudah mendukung virtualisasi
  • Minimal RAM yang dibutuhkan 128MB
  • Ukuran disk minimal 128MB dan maksimal 16GB
Sebelum membuat VM atau berlangganan VPS sebaiknya perhatikan informasi diatas, apakah sudah terpenuhi.

Sistem Lisensi Pada CHR

Perbedaan yang paling menonjol antara CHR dan RouterOS biasa yaitu pada sistem lisensi. Dimana CHR hanya ada 4 lisensi dan pembatasan hanya di speed maksimal per interface. Berikut informasi lebih detailnya.

Lisensi Batas Kecepatan Harga
Free 1Mbit Gratis
P1 1Gbit 45 USD
P10 10Gbit 95 USD
P-Unlimited Unlimited 250 USD

Saat pertama kali CHR di install, maka akan mendapatkan lisensi free dengan batasan kecepatan interface sebesar 1Mbit.

Mikrotik juga menyediakan lisensi trial untuk semua lisensi berbayarnya selama 60 hari dengan cara memasukkan akun mikrotik.com. Namun setelah 60 hari akan ada pemberitahuan "Limited Upgrades" yang artinya tidak dapat diupgrade lagi.

Maka dari itu sebelum hari ke 60 kita harus sudah upgrade ke lisensi yang berbayar.

Bagi kita yang pernah mengikuti sertifikasi mikrotik maka akan mendapatkan lisensi level 4, lisensi tersebut dapat digunakan untuk upgrade lisensi CHR setara dengan lisensi P1, sehingga speed interface menjadi 1Gbit.


Penggunaan Cloud Hosted Router (CHR) 

Cloud Hosted Router cukup powerfull, saat ini saya menggunakan CHR sebagai VPN server. Saya bernah mencoba di beberapa platform yaitu DigitalOcean, AWS, CloudKilat, Biznet Neo dan hasilnya work tanpa kendala.

Cara installasinya akan saya bahas pada artikel selanjutnya.

Berikut contoh capture CHR yang saya gunakan sebagai VPN Server di https://hotspotvoucher.com 

Cloud Hosted Router VPN Server
Cloud Hosted Router Sebagai VPN Server

Thursday, February 6, 2020

Pengalaman Menggunakan Elementary OS, Apa Yang Menarik ?

Pengalaman Menggunakan Elementary OS, Apa Yang Menarik ? - Selain windows, ada operating system yang patut dijajal oleh kita para pegiat IT. 

Yaitu apa lagi kalau bukan linux, Sistem Operasi Open Source yang memiliki banyak varian, bahkan kita dibebaskan untuk memodifikasi sesuai keinginan, namanya juga open source.

Sebenarnya saya sendiri sudah beberapa kali gonta-ganti distro linux, berhubung saat ini menggunakan elementary maka os inilah yang akan saya ulas.

Pengenalan Elementary OS


Pengalaman Menggunakan Elementary OS, Apa Yang Menarik ?
Tampilan Desktop Elementary OS
Elementary OS merupakan distro linux turunan dari Ubuntu dan memiliki desktop manager / DE sendiri yaitu Pantheon.

Saat ini Elementary OS menduduki peringakat ke-6 sebagai operating system paling populer versi distrowatch dengan total hit per hari sekitar 1311.
Elementary OS Rank Versi Distrowatch
Elementary OS Rank Versi Distrowatch
Versi terbaru yang telah resmi dirilis yaitu versi 5.1 dengan codename "Hera".

Lebih jelasnya mengenai elementary os silakan kunjungi situs resminya yaitu https://elementary.io

Apa  Yang Menarik Dari Elementary OS?


Setelah kita mengenal elementary os secara umum, sekarang akan saya mulai penjelasan yang lebih intim. Yaitu alasan saya memilih OS ini.

Awalnya saya iseng jalan-jalan ke distrowatch. Bagi anda yang belum mengerti distrowatch yaitu situs yang menampilkan berita, ranking popularitas dan informasi umum lainnya mengenai distro linux dan sejenisnya.

Berikut alamatnya https://distrowatch.com

Dalam perjalanan mengelilingi distrowatch, akhirnya mata saya tertuju pada salah satu nama yaitu elementary os. Dilihat dari namanya saja sudah menarik bukan?

Kemudian saya pergi ke situs resminya dan waahh, saya terkejut dengan tampilannya yang mirip dengan mac OS, atau OS Apple yang terkenal mahalnya itu hehe.

Seperti yang terlihat pada gambar thumbnail atau gambar pertama di postingan ini, begitulah tampilan desktop dari elementary os.

Sudah cantik, elegan, modern mudah pula digunakan oleh pemula.

Apa lagi turunan dari ubuntu, jadi untuk sintaknya tidak asing bagi saya karena jauh hari sudah mencicip distro lain turunan ubuntu juga.

Lalu bagaimana performanya ?

Tak jauh berbeda dengan distro lain turunan dari ubuntu, penggunaan ram dan cpu saat standby cukup rendah, yang jelas kalau dibandingin dengan windows 10 jauh pisan euy.

Beberapa aplikasi yang saya install juga berjalan normal seperti google chrome, firefox, vlc.

Bahkan aplikasi windows pun bisa di install di elementary os, namun dengan bantun aplikasi lain semacam wine dan playon.

Saya sendiri lebih seneng pake wine, dan sudah dicoba install winbox + the dude semua lancar.

Yang bener-bener jadi nilai plus menurut saya pribadi si di sisi tampilannya, seneng aja gitu pake DE pantheon, kalau kalian gimana ?

Oke untuk bonus, saya akan tunjukan tampilan dari elementary os yang saat ini saya gunakan.

Tampilan Desktop Elementary Yang Saat Ini Saya Gunakan
Tampilan Desktop Elementary Yang Saat Ini Saya Gunakan


Kesimpulan

Elementary OS merupakan os yang ringan dan didesain mirip dengan mac os. Dari segi tampilan saya akui keren, cukup membantu bagi para pemula.

Ditambah lagi turunan dari ubuntu yang sudah kondang dimana-mana, jadi kalau ada masalah tinggal searching aja digoogle. Dijamin ganyampe sehari juga udah nemu solusinya, kecuali emang masalah bener-bener aneh.

So, recommended deh bagi kalian yang pengen migrasi dari windows ke linux tapi bingung mau pake apa. Elementary OS lah jawabannya, dan kalo ada kendala bisa tanya-tanya kok. 

Sunday, January 26, 2020

Cara Mengatasi Masalah Breadcrumb Search Console Terbaru

Cara Memperbaiki Masalah Breadcrumb Di Search Console - Breadcrumbs merupakan sebuah navigasi yang ada pada suatu website untuk membantu pengunjung mengetahui lokasi saat mengunjungi website tersebut.

Cara Mengatasi Masalah Breadcrumb Search Console Terbaru


Breadcrumb berfungsi untuk menyempurnakan navigasi yang ada pada blog seperti halnya homepage (halaman utama), kategori, tag, ataupun yang lainnya.

Jadi misalnya kita sedang membaca sebuah artikel di blog, maka breadcrumb inilah yang menunjukan kita sedang berada di dalam kategori apa, tag apa ataupun yang lainnya.

Berikut contoh breadcrumb yang ada di blog saya.

Contoh Breadcrumbs Di Blog https://www.lizarifan.id
Contoh Breadcrumbs di Blog Saya


Setelah kita memahami apa itu breadcrumb barulah saya akan membahas tentang masalah yang terjadi.

Baru-baru ini banyak sekali kawan blogger yang mengalami masalah yang sama yaitu mendapat email dari search console bahwa terdeteksi kesalahan di breadcrumb.

Berikut email yang saya dapat.


Breadcrumbs masalah terdeteksi search console
Email dari search console

Untuk mengatasi masalah tersebut cukup mudah. Kita hanya perlu mengedit bagian breadcrumbs yang ada di template blog.

Masuk ke menu template kemudian pilih edit HTML.

Cari kode berikut.


<b:includable id="breadcrumb" var="posts"> ...sampai dengan penutup ... </b:includable>

Kemudian hapus dan ganti dengan kode berikut.


<b:includable id='breadcrumb' var='posts'>
<b:if cond='data:view.isPost'>
 <b:loop values='data:posts' var='post'>
  <div class='breadcrumbs' itemscope='itemscope' itemtype='https://schema.org/BreadcrumbList'>
   <span itemprop='itemListElement' itemscope='itemscope' itemtype='https://schema.org/ListItem'>
   <a expr:href='data:blog.homepageUrl' itemprop='item' title='Home'>
   <meta content='1' itemprop='position'/>
   <span itemprop='name'><b:switch var='data:blog.locale'><b:case value='id'/>Beranda<b:default/>Home</b:switch></span></a>
   </span>
   <b:if cond='data:post.labels'>
   <b:loop index='nomor' values='data:post.labels' var='label'> &amp;nbsp;&#8250;&amp;nbsp;
     <span itemprop='itemListElement' itemscope='itemscope' itemtype='https://schema.org/ListItem'>
    <meta expr:content='data:nomor+2' itemprop='position'/>
    <a expr:href='data:label.url + &quot;?&amp;max-results=8&quot;' expr:title='data:label.name' itemprop='item' rel='nofollow'>
      <span itemprop='name'><data:label.name/></span>
    </a>
     </span>
   </b:loop>
   <b:else/>
   &amp;nbsp;&#8250;&amp;nbsp; <span itemprop='name'><data:blog.pageName/></span>
   </b:if>
  </div>
 </b:loop>
<b:elseif cond='data:view.isPage'/>
 <div class='breadcrumbs' itemscope='itemscope' itemtype='https://schema.org/BreadcrumbList'>
  <span itemprop='itemListElement' itemscope='itemscope' itemtype='https://schema.org/ListItem'>
  <a expr:href='data:blog.homepageUrl' itemprop='item' title='Home'>
  <meta content='1' itemprop='position'/>
  <span itemprop='name'><b:switch var='data:blog.locale'><b:case value='id'/>Beranda<b:default/>Home</b:switch></span></a>
  </span> &amp;nbsp;&#8250;&amp;nbsp; 
  <span itemprop='itemListElement' itemscope='itemscope' itemtype='https://schema.org/ListItem'>
  <meta expr:content='data:num+2' itemprop='position'/>
  <a expr:href='data:blog.url' expr:title='data:post.url' itemprop='item'>
    <span itemprop='name'><data:blog.pageName/></span>
  </a>
  </span>
 </div>
</b:if>
</b:includable>

Jika sudah jangan lupa simpan template.

Langkah terakhir yaitu masuk ke webmaster / search console. Kemudian pilih validasi perbaikan pada masalah breadcrumb.

Validasi Perbaikan Breadcrumb Google Webmaster
Validasi Perbaikan Breadcrumb

Wednesday, September 4, 2019

Cara Membuat Hotspot WIFi Di Windows Menggunakna CMD

Cara Membuat Hotspot WIFi Di Windows Menggunakna CMD - Pada sistem operasi windows kita dapat membuat wifi hotspot tanpa aplikasi, yaitu dengan menggunakan cmd. Hotspot yang kita buat dapat digunakan untuk sharing internet, sharing data, remote desktop, dan lain lain.

Oke langsung saja kita buat commandprompt sebagai admin.

Pilih start menu kemudian klik kanan pada command prompt, pilih run as administrator

command prompt run as administrator


Cek apakah laptop anda support untuk membuat hotspot, ketikan di command prompt sintak berikut.


netsh wlan show drivers

Lihat bagian hostednetwork supported, jika tertulis yes itu tandanya laptop anda support. Berikut gambar penjelasanya.

Cek Driver HostedNetwork Command Prompt

Langkah selanjutnya seting hotspotnya, silakan ketik sintak berikut.


netsh wlan set hostednetwork mode=allow ssid=WinteknoStudio key=12345678

Penjelasan :
ssid : nama dari wifi yang dibuat
key : password wifi

Sampai disini seting wifi hotspot sebenarnya sudah selesai, namun jika dicek wifi tidak mucnul. Kita harus start wifi terlebih dahulu.


netsh wlan start hostednetwork

Seting Wifi Hotspot CMD WIndows

Sekian tutorial dari saya, jika masih ada yang kurang jelas, silakan tanyakan saja di kolom komentar.


Monday, September 2, 2019

Pengertian Algoritma Pemrograman Komputer

Pengertian Algoritma Pemrograman Komputer

Pengertian Algoritma Pemrograman Komputer - Algoritma merupakan istilah yang pertama kali kita kenal ketika ingin belajar tentang pemrogramman. Begitu juga dengan saya, saat pertama kali mengikuti pelajaran pemrograman dasar, materi yang diberikan yaitu algoritma.

Saya masih ingat betul saat itu guru yang mengajar yaitu Pak Adi, karena beliau lah saya paham algoritma. Dan sampai saat ini masih ingat. 

Pengertian algoritma yang beliau ajarkan yaitu.

Algoritma adalah urutan langkah penyelesaian masalah secara logis dan sistematis.

Cukup sederhana, namun memang begitulah algoritma yang sebenarnya. Logis yang dimaksud dapat dinalar atau masuk akal, sedangkan sistematis berarti secara berurutan.

Jadi semua hal yang kita kerjakan sebenarnya menggunakan algoritma. Misalnya ketika kita ingin memasak mie goreng.

Kita harus menyiapkan panci dan air, masukan mie kedalam panci, nyalakan kompor dan tunggu sampai mie matang, matikan kompor dan angkat mie, campur mie goreng dengan bumbu, mie goreng siap untuk dimakan.

Kasus diatas merupakan contoh sederhana, dalam komputer algoritma banyak sekali menyelesaikan kasus yang rumit.

Berikut beberapa bentuk algoritma.
  • Algoritma Sekuensial (Squence Algorithm)
  • Algoritma Perulangan (Looping Algorithm)
  • Algoritma Percabangan Atau Bersyarat (Conditional Algorithm)

Pengertian Algoritma Menurut Para Ahli

Untuk memperjelas pengertian algoritma, berikut pendapat menurut para ahli.

1. Abu Ja'far Muhammad Ibnu Musa Al-Khawarizmi

Al-Khawarizmi (Ahli Matematika), pengertian Algoritma adalah suatu metode khusus yang digunakan untuk menyelesaikan permasalah.

2. Donald Erwin Knuth

Donal Erwin Knuth, pengertian Algoritma adalah sekumpulan auran-aturan berhingga yang memberikan sederetan operasi-operasi untuk menyelsaikan suatu masalah tertentu.

3. S. E. Goodman dan S.T. Hedetniemi

Menurut Goodamn dan Hedetniemi, pengertian algoritma adalah urutan terbatas dari operasi-operasi yang terdefinisi dengan baik, dimana masing-masing membutuhkan memori dan waktu yang terbatas untuk menyelesaikan suatu masalah.


Kriteria Algoritma

  • Ada Input
  • Ada Proses
  • Ada Output
  • Ada Intruksi Yang Tidak Ambigu / Harus jelas
  • Ada Tujuan Yang Hendak Dicapai.
  • Efisien

Fungsi Algoritma

  • Mengatasi permasalah yang rumit dalam pemrograman yang menggunakan perhitungan tingkat tinggi.
  • Membudahkan dalam pembuatan program dengan skala besar.
  • Mudah dalam pengelolaan ataupun pengembangan karena program sebelumnya disusun secara logis dan sistematis.
  • Dapat melakukan pendekatan top down dan juga devide and conquer.
  • Dll

Sekian penjelasan dari saya, jika masih ada yang kurang jelas silakan tanyakan saja di komentar.

Sunday, August 25, 2019

Perbedaan Protocol TCP dan UDP Pada Jaringan Komputer

Perbedaan Protocol TCP dan UDP Pada Jaringan Komputer

Perbedaan Protocol TCP dan UDP Pada Jaringan Komputer - Sebagai network engineer pasti sudah tidak asing lagi dengan yang namanya protocol terutama protocol TCP dan UDP. Kedua protocol ini merupakan protocol yang paling familiar.

Dengan protokol ini kita dapat mengatur trafic pada jaringan, entah akan diblock, diterima, dialihkan atau yang lainnya.

Protocol TCP dan UDP memiliki banyak perbedaan, malah bisa dibilang kebalikannya. Berikut akan saya jelaskan lebih rinci.

TCP (Transmission Control Protocol)


TCP adalah salah satu jenis protocol jaringan yang memungkinkan sekumpulan komputer dapat berkomunikasi / bertukar data satu sama lain dalam suatu jaringan.

TCP memiliki ciri khas yantiu berorientasi koneksi (Connection Oriented). Protokol TCP menggunakan jalur data full duplex yang artinya dalam suatu koneksi terdapat dua buah jalur, jalur terima dan jalur kirim.

Karakteristik TCP


  • Reliable, artinya berurutan. Urutan data pada saat diterima sama dengan urutan data pada saat dikirim.
  • Connection Oriented. Sebelum mengirim data kedua host harus saling sepakat terlebih dahulu kemudian baru membangun koneksi bersama.
  • Full Duplex. Setiap koneksi memiliki dua jalur, yaitu jalur untuk menerima dan jalur untuk mengirim. Dengan demikian kedua host dapat mengirim data secara bersamaan.
  • Flow control untuk mencegah macet pada saat data dikirimkan karena terlalu banyak data yang lewat.
  • Dan lain-lain

Aplikasi Menggunakan TCP


Aplikasi-aplikasi dapat menggunakan protokol TCP maupun UDP, tergantung sifat transmisi data yang berlangsung. Berikut beberapa contoh aplikasi yang menggunakan protocol TCP untuk berkomunikasi.


UDP merupakan protokol jaringan kebalikan dari TCP. Koneksi ini unreliabel & connectionless.  Jika data yang dikirim gagal, protocol UDP tidak akan memberikan pesan bahwa data gagal dikirim.

Data yang dikirim dengan protocol UDP akan dikirim secara datagram tanpa adanya nomor identifikasi. Sehingga ada kemungkinan jika data yang sampai tidak sama urutannya dengan data pada saat dikirim.

Kehilangan data juga sangat mungkin, karena data yang gagal dikirim tidak akan dikirim ulang, tidak seperti pada protokol TCP yang akan mengirim ulang ketika ada data yang gagal.

Karakteristik Protocol UDP


  • Protokol yang ringan
  • Transmisi Broadcast, karena sifat UDP yang tidak perlu saling sepakat untuk membuat koneksi.
  • Tidak adanya segmentasi, sehingga data yang dikirim dengan protocol UDP harus memiliki ukuran yang lebih kecil dari nilai MTU agar tidak terfragmentasi dan menyebabkan data tidak terkirim secara utuh.
  • Connectionless, mengirimkan data tanpa harus dilakukan proses negosiasi antara kedua host.
  • Dain lain-lain.

Aplikasi Menggunakan UDP


  1. DNS (Domain Name System)
  2. SNMP (Simpe Network Management Protocol)
  3. TFTP (Trivial File Transfer Protocol)
  4. SunRPC

Perbedaan Protocol TCP Dan UDP


  • TCP : Dapat diandalkan karena jika jaringan terputus maka akan mengirimkan ulang data yang belum terkirim.
  • UDP : Setiap data yang gagal dikirim akan diabaikan dan tidak dikirim ulang.
  • TCP : Urutan data pada saat dikirim sama dengan urutan data pada saat diterima.
  • UDP : Tidak dapat dipastikan data yang diterima sama urutannya dengan data yang dikirim.
  • TCP : Connection Oriented, sebelum data dikirim harus ada proses sepakat antara kedua host.
  • UDP : tanpa perlu negosiasi untuk membangun koneksi, data langsung dirikim. 
  • TCP : Koneksi lebih berat dan lama karena jika ada data yang rusak akan dikirim ulang.
  • UDP : Koneksi lebih ringan karena tidak ada proses mengurutkan data dan mengirim ulang data yang gagal dikirim.
  • TCP : Tidak cocok digunakan untuk streaming karena koneksi tidak realtime.
  • UDP : Sangat cocok koneksi yang bersifat realtime seperti halnya streaming.